Anda yang bekerja di perpustakaan tentu sangat faham bagaimana prosedur mengolah buku. Apabila pengadaan buku sedikit, bukan masalah. Akan tetapi jika pengadaan buku sedang banyak, ratusan hingga ribuan judul dan eksemplar, tentu baru melihat tumpukan buku-buku saja, kita sudah pusing tujuh keliling. Tapi bagaimanapun kita tetap harus mengolahnya, suka ataupun tidak.
Berikut ini beberapa tips yang bisa anda praktekkan agar mengolah buku terasa lebih ringan dan menyenangkan.
1. Memperbaiki niat dan jangan lupa berdoa sebelum bekerja.
Terkadang kita bosan dengan rutinitas hidup yang kita jalani, bekerja dari pagi hingga siang atau sore, bahkan malam hari. Tentu membuat kita mengalami kejenuhan. Ditambah lagi dengan volume pekerjaan yang banyak, membutuhkan kecerdasan, ketelitian, kesabaran dan ketelatenan. Sangat bisa dipahami jika terkadang kita bosan dengan pekerjaan kita. Ditambah lagi jika kita punya anggapan pekerjaan rekan kerja lebih ringan dari pekerjaan kita. Waahh…rasanya pekerjaan kita jadi semakin bertambah berat saja. Hee… Well, berhentilah mengeluh. Mulailah memperbaiki diri dengan mengingat kembali apa tujuan kita bekerja? Mencari nafkah untuk diri sendiri dan keluarga, aktualisasi diri, hobby, bekerja dengan niat ibadah, dan segudang niat lainnya. Setelah kita mengingat kembali apa niat kita dalam bekerja, mulailah aktivitas kerja dengan sejenak berdoa kepada Allah SWT, agar pekerjaan kita dimudahkan dan diringankan, dan kita bahagia menjalaninya. Dan yang lebih penting lagi, agar hasil kerja kita bisa bermanfaat.
2. Mulailah bekerja, jangan menunda pekerjaan.
Mudah dikatakan, susah dilakukan. Mungkin itu yang ada dalam enak anda. Namun bila kita membiasakan diri untuk segera memulai pekerjaan, terutama pagi hari saat udara masih segar dan semangat masih menyala, tentu akan ringan melakukan pekerjaan apapun. Dengan memulai pekerjaan dan tidak menunda-nundanya, tanpa terasa pekerjaan kita akan selesai sedikit demi sedikit. Hasilnya, tumpukan-tumpukan buku baru akan berkurang, dan buku tersebut bisa segera dimanfaatkan oleh pemustaka.
3. Cek ketersediaan judul buku di katalog perpustakaan.
Mengawali rangkaian pekerjaan mengolah buku perpustakaan, terutama untuk pekerjaan menganalisis buku (inventasisasi bisa dikerjaan lebih dahulu atau bersamaan dengan analisis buku) ada baiknya mengecek ketersediaan judul dengan memanfaatkan sistem otomasi perpustakaan yang kita miliki. Pengecekan buku bisa melalui judul, pengarang, atau ISBN. Akan lebih cepat lagi jika memindai (men-scan) barcode ISBN buku dengan menggunakan barcode reader. Yang perlu diperhatikan adalah saat pengisian database buku pada kolom ISBN tidak perlu di ketik, langsung saja pindai atau scan barcode ISBN buku dengan alat barcode reader. Hal ini akan memudahkan saat pemanggilan data buku hanya dengan memindai barcode ISBN tersebut. Kalaupun cetakan barcode ISBN buku tidak bisa terbaca alat, cukup kita isikan dengan angka saja, tanda pemisah (-) diabaikan. Misalnya tertulis ISBN 978-979-543-234-1, cukup diketik 9789795432341. Mengapa begitu? karena barcode reader tidak bisa membaca jika ada tanda pemisahnya(-), ia hanya membaca angka.
4. Kerjakan terlebih dulu buku yang sudah ada di katalog perpustakaan.
Sambil mengecek ketersediaan buku di katalog, pisahkan antara buku-buku yang sudah memiliki rekod di katalog dengan buku-buku yang belum memiliki rekod. Kerjakan dahulu buku-buku yang sudah ada rekodnya. Kita tinggal mengikuti nomor klas yang ada dan menambahkan nomor inventaris buku ke database perpustakaan. Cetak label, sampul. Selesai.
5. Kelompokkan buku berdasarkan judul atau subyek.
Pekerjaan selanjutnya adalah mengolah buku yang benar-benar baru, belum memiliki rekod di katalog perpustakaan. Kita tentu bingung harus memulai darimana, dengan judul-judul buku yang kadang membuat pusing kepala. Tenang… Kelompokkan dahulu judul atau subyek yang sama. Bisa berdasarkan kelas utama DDC, atau subdivisinya. Misalnya kelompok buku tentang bahasa, ilmu hukum, ilmu ekonomi pendidikan, agama, dll. Menganalisis buku dengan klas atau subyek yang sama akan lebih mudah daripada harus melompat dari subyek satu ke subyek lain. Ini juga akan membantu kita memahami bagan DDC dan melatih kemampuan kita menganalisis judul.
6. Mulailah dengan judul sederhana dengan banyak eksemplar
Dari hasil pengelompokan judul buku di point 5, mulailah mengerjakan analisis buku dari judul sederhana terlebih dahulu, baru meningkat ke judul kompleks. Misalnya Pengantar Ilmu Hukum, Pengantar Akuntansi, dll. Kerjakan lebih dahulu buku yang memiliki banyak eksemplar dibanding buku yang hanya satu atau dua eksemplar. Dengan mendahulukan judul sederhana bereksemplar banyak, pekerjaan kita terasa lebih cepat selesai. Akan berbeda lagi jika kita mendahulukan judul kompleks yang jumlahnya hanya satu eksemplar. Bisa dijamin seharian kita hanya akan dapat mengerjakan beberapa judul dan beberapa eksemplar saja. Mengolah buku terasa lebih lama dan membosankan.
7. Cek nomor klasifikasi buku di katalog perpustakaan
Tips selanjutnya adalah gunakan katalog untuk membantu menganalisis judul buku yang sedang di olah. Mungkin di katalog sudah ada data subyek tersebut, meskipun pengarang berbeda. Pilihlah nomor klas yang sesuai dengan judul atau subyek buku yang sedang dikerjakan. Apabila tidak menemukan, baru menggunakan indeks DDC atau tajuk subyek.
8. Bertanya pada ahlinya.
Apabila mengalami kesulitan menganalisis judul, biasanya judul kompleks, anda bisa bertanya pada ahlinya. Bisa atasan anda, atau orang yang spesialisasi di bidang tersebut.
9. Refresing
Hindari pekerjaan yang monoton dalam jangka waktu yang lama. Ganti aktivitas anda dengan melakukan kegiatan atau pekerjaan lain. Misalnya, bosan menganalisis judul, anda bisa melakukan inventarisasi buku atau labeling dan sebaliknya. Atau aktivitas positif lainnya.
Demikian beberapa tips-tips mengolah buku perpustakaan agar lebih cepat dan efisien. Semoga bermanfaat