Sering mendengar keluh kesah pengguna database (terutama database perpustakaan) yang mengalami kehilangan data yang disebabkan karena kerusakan pada komputer. Dalam era digital saat ini, segala sesuatu sudah berbasis komputer. Salah satu kelemahan data berbasis komputer adalah kemungkinan kehilangan data dan tidak semua pengguna maupun pengelola faham bagaimana cara mengatasi hal tersebut.
Sebelum terjadi kehilangan data, alangkah baiknya kalau melakukan proses backup secara berkala. Dalam teknologi informasi, backup adalah proses membuat data cadangan dengan cara menyalin atau membuat arsip data komputer sehingga data tersebut dapat digunakan kembali apabila terjadi kerusakan atau kehilangan (wikipedia). Backup memiliki dua tujuan. Tujuan utama adalah untuk mengembalikan data apabila data tersebut hilang, baik karena terhapus atau karena rusak (corrupt). Tujuan kedua adalah untuk mengembalikan data ke titik tertentu pada masa lalu. Karena fungsinya, proses backup mengharuskan pengguna menggandakan data, yang akhirnya menghabiskan kapasitas media penyimpanan. Ini mendorong ditemukannya teknologi-teknologi untuk mengefesienkan penyimpanan data backup.
Perpustakaan mempunyai produk unggulan berupa layanan. Pada skala kecil, mungkin perpustakaan dapat melakukan pelayanan secara manual. Untuk sekala besar sangat sulit untuk mengandalkan layanan secara manual tanpa dibantu oleh teknologi informasi. Untuk penanganan manajemen perpustakaan berbasis teknologi informasi, dibutuhkan program aplikasi pengelolaan perpustakaan. Salah satu aplikasi perpustakaan yang banyak digunakan saat ini adalah aplikasi Senayan Library Management System (SLiMS). SLiMS merupakan aplikasi yang berlisensi opensource sehingga sangat diminati oleh kalangan pengelola perpustakaan. SLiMS sendiri dibangun dengan menggunakan aplikasi berbasis web dan pangkalan data (database) berbasis MySQL/Mariadb. Untuk melakukan proses backup dan restore aplikasi SLiMS ini dapat dilakukan dengan berbagai metode. Masing-masing metode mempunyai kelebihan dan kekurangan. Berikut ini beberapa metode yang bisa dilakukan untuk melakukan backup dan restore database SLiMS pada Sistem Operasi Windows (menggunakan xampp web server) dengan asumsi bahwa proses restore dilakukan pada database yang baru (fresh instalation).

1. Metode Copy – Paste
Metode ini menggunakan fasilitas copy dan paste yang dimiliki oleh windows. Cara ini merupakan cara yang paling mudah untuk melakukan proses backup dan restore. Akan tetapi cara ini sangat tidak dianjurkan karena terkadang data yang di-backup tidak tersimpan dengan sempurna. Metode ini sangat cocok bagi pengguna awam karena prosesnya yang mudah dan tidak memerlukan skill khusus. Langkah-langkah untuk melakukan backup dan restore program ini adalah sebagai berikut.
2. Metode Backup menggunakan menu bawaan SLiMS
Aplikasi SLiMS menyediakan fitur untuk melakukan backup secara manual. Link untuk backup terdapat pada menu system.
3. Metode backup menggunakan aplikasi tambahan (phpMyAdmin)
Pada dasarnya, mengelola basis data dengan MySQL harus dilakukan dengan cara mengetikkan baris-baris perintah yang sesuai (command line) untuk setiap maksud tertentu. Jika seseorang ingin membuat basis data (database), ketikkan baris perintah yang sesuai untuk membuat basis data. Jika seseorang menghapus tabel, ketikkan baris perintah yang sesuai untuk menghapus tabel. Hal tersebut tentu saja sangat menyulitkan karena seseorang harus hafal dan mengetikkan perintahnya satu per satu. Saat ini banyak sekali perangkat lunak yang dapat dimanfaatkan untuk mengelola basis data dalam MySQL, salah satunya adalah phpMyAdmin. Dengan phpMyAdmin, seseorang dapat membuat database, membuat tabel, mengisi data, expor, impor dan lain-lain dengan mudah, tanpa harus menghafal baris perintahnya.
phpMyAdmin sendiri dapat diartikan sebagai perangkat lunak bebas (opensource) yang ditulis dalam bahasa pemrograman PHP yang digunakan untuk menangani administrasi MySQL melalui Jejaring Jagat Jembar (World Wide Web). phpMyAdmin mendukung berbagai operasi MySQL, diantaranya (mengelola basis data, tabel-tabel, bidang (fields), relasi (relations), indeks, pengguna (users), perijinan (permissions), backup restore data, dan lain-lain).
Proses backup data menggunakan phpMyAdmin ini tidak dianjurkan untuk dipakai pada perpustakaan yang mempunyai data koleksi dan transaksi yang sangat besar. Hal ini disebabkan karena adanya pembatasan kapasitas backup yang dilakukan oleh script php-nya. Walaupun script tersebut bisa diubah dengan skala backup yang lebih besar, namun proses backup database menggunakan phpMyAdmin cenderung membutuhkan waktu yang sangat lama. Namun untuk perpustakaan skala kecil, metode backup dengan menggunakan phpMyAdmin ini masih dimungkinkan.
4. Metode Command Prompt
Secara singkat Command Prompt atau DOS prompt dapat diartikan sebagai sebuah command line (baris perintah) pada sebuah OS (Operating System – Windows) berbasis GUI (Graphic User Interface) untuk mengesekusi file dengan cara menuliskan perintahnya pada jendela cmd. Atau singkatnya Command Prompt ini adalah sistem operasi berbasis baris perintah. Karena sebenarnya command prompt atau DOS prompt ini pada awalnya digunakan sebagai sistem operasi, akan tetapi setelah dos mulai banyak di tinggalkan maka sekarang dos tetap di integrasikan oleh microsoft pada Windows yang lebih kita kenal dengan nama MS-DOS atau Command Prompt.
Command prompt berguna untuk :
a. Meng-handle beberapa masalah saat versi GUI (Grafik User Interface) pada Windows kita bermasalah diakibatkan virus. Seperti hilangnya folder options pada explorer, task manager yang di-disable, tidak bisa membuka msconfig dan sebagainya. Lebih lanjut kita bisa menangani virus lewat cmd.
b. Seperti namanya, “Prompt” sendiri arti harafiahnya adalah Quick atau cepat jadi kita bisa mengeksekusi sebuah perintah lebih cepat dengan menggunakan cmd. Selain lebih cepat cmd ini juga lebih ringan dibanding dengan explorer saat melakukan perintah masuk pada direktori tertentu, atau mencari file tertentu atau melakukan menjalankan aplikasi berbasis exe.
Perintah dasar pada command promp sangat banyak. Beberapa perintah dasar yang sering digunakan antara lain :
CD / CHDIR : Menampilkan nama atau mengubah direktori sekarang.
CLS : Menghapus layar jendela command prompt.
COPY : Menyalin satu atau beberapa file ke lokasi lain.
DEL / ERASE : Menghapus satu atau beberapa file.
DIR : menampilkan daftar file dan subdirektori dalam sebuah direktori.
MD / MKDIR : Membuat direktori.
PROMPT : Mengubah command prompt Windows.
REN / RENAME : Mengubah nama file.
REPLACE : Mengganti file.
EXIT : Keluar dari program CMD.EXE dan menutup jendela command prompt.
Untuk lebih detail mengenai command prompt dapat dipelajari melalui literatur-literatur yang ada diinternet atau menggunakan fasilitas help yang ada di sistem operasi Windows. Yang akan di bahas pada makalah ini adalah bagaimana cara menggunakan perintah-perintah yang ada di commad prompt untuk melakukan backup dan restore database perpustakaan berbasis SLiMS. Sebelum membahas tentang bagaimana cara melakukan backup dan restore, perlu terlebih dahulu mekanisme backup dan restore. Backup dilakukan ketika perpustakaan memiliki aplikasi database SLiMS yang masih aktif dan terdapat data-data perpustakaan yang tersimpan dalam database tersebut. Backup digunakan untuk mencadangkan data yang ada dalam database dengan tujuan apabila komputer mengalami kerusakan dan harus melakukan proses install ulang sistem operasi (windows) maka data yang sudah susah payah dikumpulkan tidak hilang. Sedangkan restore adalah proses mengembalikan data yang sudah di backup ke komputer yang akan diisi data, misalkan komputer yang baru diperbaiki dan sudah terinstal SLiMS atau komputer lain yang sudah terinstal SLiMS dan akan ditambah dengan database yang sudah dibackup.
Setelah selesai proses backup, alangkah baiknya kalau hasil dari backup tersebut disimpan pada media penyimpan berbasis online semisal google drive dan lain-lain. Hal ini untuk lebih mengamankan data hasil backup.

Dari beberapa metode backup dan restore diatas, metode backup restore dengan menggunakan command prompt yang sangat dianjurkan. Kelebihan dari penggunaan command prompt adalah kecepatan proses backup dan restore sekaligus kualitas data. Kualitas data yang dimaksud adalah kemungkinan kehilangan (corrupt) data selama proses backup dan restore.
Proses backup sangat dianjurkan bagi perpustakaan yang sudah mempunyai data terutama data buku. Kehilangan atau kerusakan data dapat mengakibatkan proses input data ulang dan kehilangan data. Sebenarnya ada metode backup berkala dengan menggunakan cront. Akan tetapi tidak akan dibahas disini karena perlu penguasaan dasar materi dan waktu untuk uji coba yang dibutuhkan sangat panjang. Untuk melakukan uji coba dianjurkan untuk tidak menggunakan server utama karena beresiko kehilangan data. Belajarlah dengan bijak dan hati-hati. Bukan berarti tidak mencoba sama sekali. Tapi alangkah baiknya jika belajar proses backup dan restore data ini tidak dilakukan di komputer server atau komputer produksi perpustakaan. Kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan dan semoga bermanfaat.

Daftar pustaka :

How to Back Up MySQL Databases From The Command Line, http://www.liquidweb.com/kb/how-to-back-up-mysql-databases-from-the-command-line.

https://id.wikipedia.org/wiki/Backup.

https://id.wikipedia.org/wiki/PhpMyAdmin.

Mengenal Command Prompt, https://sijarangpulang.wordpress.com/2011/10/24/mengenal-command-prompt.